PeminangBidadari

CinTapucinno, Indahnya Cinta Rasa Kopi

May 13, 2009 · Leave a Comment

JAKARTA, KCM–Drama cinta kembali disuguhkan Rudi Soedjarwo, setelah Ada Apa Dengan Cinta? yang mengharu biru itu. Kali ini, lewat CinTapucinno, yang menghadirkan tema serupa. Bintang AADC? Sissy Prescillia kali ini didapuk menjadi bintangnya.

Cinta… Sebuah kata yang selalu membuat orang gemas. Selalu ada ruang, yang membuatnya selalu dikenang. Cinta. Ya… ya, kadang bisa membuat orang kehilangan akal atau bahkan melayang di awang-awang.

Itu pula lah yang tengah berkecamuk di dada Rahmi (Sissy Prescillia). Nimo (Miler), lelaki yang menjadi obsesinya sejak dulu, hadir kembali dalam hidupnya. Atas nama Nimo, cinta memang telah terpatri dalam hati Rahmi. Perasaan-perasaan itulah yang terus berkecamuk dalam dirinya.

Sayang, tak ada keberanian untuk mengutarakan hal itu. Bertahun-tahun perasaan itu ia pendam. Bertahun-tahun pula cintanya mengambang tanpa asa. Dan, hanya lewat diary dan sahabatnya lah, Alin (Nadhia Saphira), ia bisa berbagi tentang hal itu. Selebihnya, cintanya kepada Nimo hanya ada dalam khayalan.

Namun, pada sebuah siang, asa itu datang di sebuah kafe pada siang bolong. Nimo tanpa diduga-duga melontarkan kekagumannya pada Rahmi. Celaka! Ketika lelaki pilihannya itu datang, Rahmi justru terikat lelaki lain. Seorang jurnalis, Raka (Aditya Hervapi), telah siap mempersunting dirinya.

Tak ayal, pertarungan bergolak memenuhi ruang-ruang bathin Rahmi. Adakah ia melepaskan lelaki pilihannya yang telah di depan matanya, atau menggalkan rencana pernikahan yang sudah di depan mata itu.

Sutradara Rudi Seodjarwo paham bertul urusan itu. Film terdahulunya, AADC? cukup menjadi bekal Rudi mengetahui selera penontonnya. Konflik pun diaduk-aduk seperti menikmati secangkir kopi. Ada pahit, adu juga legit. Rasa itu lah yang kemudian menjadi menu utama dari film yang skenarionya di garap Jujur Prananto dan Icha Rahmanti.

CinTapuccino diangkat berdasarkan novel laris karya Icha Rahmanti dengan judul yang sama. Lewat tangan Rudi, imajinasi Icha dicoba divisualkan. Hasilnya? Lumayan memikat, apalagi ditunjang dengan ilustrasi musik yang begitu mengena. Meski begitu, bukan berarti film ini nyaris tanpa bolong. Kalau lah ada, itu lantaran proses editing yang kurang mulus, sehingga terasa kurang enak di pandang mata.

Kehadiran bintang-bintang senior, seperti Nani Wijaya, Ida Kusumah, Nani Somanegara dan Mpok Atiek, boleh jadi menghadirkan hiburan tersendiri. Apalagi, sosok mereka cukup dikenal dengan kekhasannya sendiri-sendiri. (EKO HENDRAWAN SOFYAN)

Kompas Cyber Media

Categories: story

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment