‘yang waras sapa sih? ‘
Tetap saja, yang waras adalah Anda.Tak mungkin ada yang bilang klo akulah yang waras.
Mungkin hujan sore itu adalah tandanya alam mau setia sama Anda.Buktinya alam saja ikut menangis, that’s why?? karena kita sahabat. Dan aku tak akan bisa tetap diam, aku juga ingin kayak alam yang ikut meneteskan airnya di bumi yang sedang kedinginan. Kalau kamu nggk mau menangis, alampun mau mewakilinya dengan senang hati. Anggap saja aku orang gila yang tak berpendidikan tak bisa bertoleransi kepada orang-orang yang ‘waras’. Tapi maaf saja, rumah sakit jiwa udah tak mau menerima pasien se ‘tidak waras’ aku.
Asam lambungpun tau dan dia juga ikut menangis, perih banget pastinya.Tapi realitanya lambungku pun menyerah
dan tak tahan akan semangat itu. Asap itu bukan sebagai obat karena aku kedinginan, tapi sebagai obat lambungku yang udah terlalu perih.
Hatiku sedih
Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya
Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui
kebahagiaan seperti di sini
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Tempat yang nyaman
Kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap
Pergilah sedih
Pergilah resah
Jauhkanlah aku dari
salah prasangka
1 response so far ↓
xiah // November 25, 2008 at 3:21 am |